Senin, 14 Mei 2012

Tugas Mini Proyek

Defi Chairunisa (11-085)
Topik
Ruang Lingkup Pendidikan Usia Pra Sekolah
Judul
 Dinamika Belajar di Kelas Pada Murid-Murid TK Al-Muttaqin
Pendahuluan
Alasan kami memilih topik Ruang Lingkup Pendidikan Usia Pra Sekolah adalah karena kami menyadari bahwa pendidikan pra sekolah merupakan jenjang pendidikan yang sangat penting pada masa-masa awal kehidupan seseorang. Jika masa-masa kehidupan awal seseorang sudah dibekali dengan nilai-nilai positif seperti agama dan moral maka dimasa yang akan datang orang tersebut juga akan lebih mudah dalam menyesuaikan terhadap lingkungan sosialnya. Selain itu kami juga tertarik pada dunia anak seumuran mereka dengan segala keunikan dan pola tingkah yang membuat kami seperti mendapatkan angin segar ketika kepenatan menjadi hal yang mengisi hari-hari ketat dan super sibuk. Dengan melihat mereka, menjadikan kami termotivasi untuk bisa menjadi contoh yang baik dan layak untuk diikuti oleh generasi sejernih mereka.
Sekolah merupakan salah satu sumber pengalaman terbesar dalam masa kanak-kanak yang mempengaruhi sebagian besar aspek dari perkembangan anak. Dalam masa itu, anak dapat meningkatkan pengetahuan, keahlian dan kemampuan sosialnya, melatih tubuh dan pikiran mereka serta mempersiapkan diri untuk menjalani kehidupan mereka yang akan datang. Pada umumnya pendidikan prasekolah akan mempengaruhi pencapaian anak pada pendidikan sekolah dasar hingga sekolah lanjutan. Kemudian akan terlihat bagaimana sekolah mempersiapkan muridnya untuk pendidikan yang lebih tinggi. Seperti bagaimana sekolah membuat kesepakatan dengan murid tentang drop out dan bagaimana sekolah mengajarkan muridnya dalam menyelesaikan masalah.
Tujuan utama pendidikan pra-sekolah adalah membantu anak didik mengembangkan berbagai potensi baik psikis dan fisik yang meliputi moral dan nilai-nilai agama, sosial emosional, kognitif, bahasa, fisik/motorik, kemandirian dan seni untuk siap memasuki pendidikan dasar (Puskur, 2003). Berkaitan dengan hal tersebut, ada beberapa fungsi pendidikan pra sekolah, yang mana salah satu diantaranya adalah untuk menyiapkan anak didik memasuki pendidikan dasar. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa selain bertujuan dan berfungsi untuk menstimulasi tumbuh kembang anak, pendidikan pra-sekolah sesungguhnya juga berperan penting untuk mengembangkan kesiapan anak didik dalam memasuki pendidikan sekolah dasar.
Memberikan pengajaran kepada anak prasekolah bukanlah hal yang mudah. Karena dalam prosesnya, selain membutuhkan kesiapan mengajar seorang pendidik juga harus memahami perkembangan psikologi anak prasekolah, dan hal ini juga mempengaruhi teknik mengajar yang harus disesuaikan dengan perkembangan usia mereka.
Landasan Teori
Prasekolah (bahasa Inggris: pre-school) merupakan pilihan pendidikan bagi kanak-kanak sebelum memasuki sekolah. Early Childhood adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun. Batasan ini seringkali dipergunakan untuk merujuk anak yang belum mencapai usia sekolah dan masyarakat menggunakanya sebagai tipe Prasekolah.
Pengertian anak prasekolah menurut  The Nation Association for The Education of Young Childhood  (NAEYC), early childhood adalah anak yang berusia sejak lahir sampai dengan usia delapan tahun. Menurut Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan  Nasional, Pasal 12 Ayat 2 menyebutkan bahwa pendidikan anak prasekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta mengembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin seumur hidup (Patmonodewo, 2003).  
Menurut Undang-Undang RI Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan  Nasional, Pasal 12 Ayat 2 menyebutkan bahwa pendidikan anak prasekolah adalah pendidikan yang diselenggarakan untuk mengembangkan pribadi, pengetahuan dan keterampilan yang melandasi pendidikan dasar serta mengembangkan diri secara utuh sesuai dengan asas pendidikan sedini mungkin seumur hidup (Patmonodewo, 2003).
Pendidikan prasekolah adalah satu program yang menyediakan pengalaman pembelajaran kanak-kanak yang berumur 4-6 tahun dalam jangka masa satu tahun atau lebih sebelum masuk ke tahun pertama di sekolah formal. Konsep yang digunakan ialah "Belajar Sambil Bermain" dengan menekank "Pembelajaran Bertema". Kaedah pembelajaran ialah meliputi aktivitas kelas, aktivitas kumpulan dan aktivitas individu. Pendidikan prasekolah bertujuan menyuburkan potensi kanak-kanak dalam semua aspek perkembangan, menguasai kemahiran asas dan memupuk sikap positif sebagai persedian untuk masuk ke sekolah dasar.
            Taman kanak-kanak (TK) adalah salah satu bentuk pendidikan anak usia dini pada jalur pendidikan formal yang menyelenggarakan program pendidikan bagi anak usia 3 sampai 6 tahun. Adapun fungsi TK adalah untuk mengenalkan anak dengan dunia sekitar, menumbuhkan perilaku yang baik, mengembangkan kemampuan berkomunikasi yang bersosialisasi, mengembangkan keterampilan, krativitas dan kemampuan anak, menyiapkan anak untuk memasuki pendidikan dasar.
Wylie (1998) mengemukakan bahwa ada beberapa ketrampilan-ketrampilan krusial yang akan dibutuhkan anak selama perjalanan pendidikannya mulai dari sekolah dasar dan seterusnya, diantaranya:ketrampilan menyimak dan mendengarkan, ketrampilan akademik, ketrampilan bekerja secara mandiri dan secara kelompok, serta ketrampilan berkomunikasi.
Lebih lanjut, Muijs & Reynolds (2008:280) mengemukakan beberapa ketrampilan kunci untuk meningkatkan kesiapan sekolah anak pra-sekolah, yaitu:
1.      Ketrampilan sosial, misalnya kemampuan untuk bekerjasama secara kooperatif, untuk menghormati orang lain, untuk mengekspresikan emosi dan perasaan dengan cara yang terhormat, untuk mendengarkan orang lain, untuk mengikuti aturan dan prosedur, untuk duduk dengan penuh perhatian, dan untuk bekerja secara mandiri.
2.      Ketrampilan komunikasi, misalnya ketrampilan untuk meminta bantuan dengan cara yang baik dan sopan, ketrampilan untuk memverbalisasikan pikiran dan perasaan, menjawab pertanyaan terbuka dan tertutup, berpartisipasi dalam diskusi kelas, dan ketrampilan untuk menghubungkan berbagai ide dan pengalaman.
3.      Perilaku terkait-tugas, misalnya perilaku tidak mengganggu anak-anak lain selama proses belajar, ketrampilan anak untuk memantau perilakunya sendiri, menemukan bahan-bahan yang diperlukan guna menyelesaikan tugas, mengikuti pengarahan guru, menggeneraliasikan ketrampilan ke berbagai situasi, bersikap on-taskselama mengerjakan pekerjaan yang melibatkan seluruh kelas, menentukan pilihan, mengawali dan menyelesaikan pekerjaan pada waktunya tanpa pengarahan guru, dan mencoba berbagai strategi untuk mengatasi masalah yang berbeda.
Ada beberapa metode pembelajaran yang dapat diterapkan untuk mengembangkan kesiapan sekolah pada anak usia pra-sekolah. Metode-metode pembelajaran berikut, merupakan metode pembelajaran yang banyak direkomendasikan oleh para pakar pendidikan pra-sekolah untuk mengembangkan kesiapan anak memasuki pendidikan sekolah dasar.
1.    Metode Bermain. Bermain merupakan cara/jalan bagi anak untuk mengungkapkan hasil pemikiran, perasaan serta cara mereka menjelajahi dunia lingkungannya. Dengan bermain anak memiliki kesempatan untuk bereksplorasi, menemukan, mengekspresikan perasaan, berkreasi, belajar secara menyenangkan. Bermain membantu anak menjalin hubungan sosial antar anak (Padmonodewo, 2003).
2.    Metode belajar kooperatifBelajar kooperatif dapat dimaknai anak-anak belajar dalam kelompok kecil, dan setiap anak dapat berpartisipasi dalam tugas-tugas bersama yang telah ditentukan dengan jelas, dan supervisi diarahkan oleh guru (Masitoh, dkk; 2005).
3.   Metode Drama dan Sandiwara Pendekadalah cara lain guna memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk ikut ambil bagian di dalam kegiatan yang mereka nikmati, yang memiliki manfaat pendidikan cukup kuat, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berbahasa dan berbicara anak.
4.   Metode Demonstrasi. Guru menggunakan metode demonstrasi untuk mendeskripsikan tentang sesuatu yang akan dilakukan anak-anak. Demosntrasi memadukan strategi pembelajaran “do it signal, modeling, dan menceritakan-menjelaskan-menginformasikan..
5.   Metode Diskusi Kelompok Kecil atau Diskusi KelasDalam diskusi guru tidak membimbing percakapan tetapi mendorong anak-anak untuk mengemukakan gagasannya sendiri dan mengkomunikasikan gagasan secara lebih luas serta mendengarkan pendapat orang lain.
6.    Metode Pemecahan MasalahHarlan (1988) dan Hendrick (1997) dalam Masitoh, dkk. (2005) mengemukakan bahwa dalam kegiatan ini anak-anak terlibat secara aktif dalam kegiatan perencanaan, peramalan, pembuatan keputusan, mengamati hasil tindakannya, sedang guru lebih bertindak sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan anak dalam melakukan kegiatan pemecahan masalah secara lebih baik. Masalah yang baik akan dapat menolong anak untuk menganalisis, menyampaikan dan mengevaluasi peristiwa, informasi dan ide.
7.    Mengategorisasikan Objekseperti mainan atau bahan-bahan lain di kelas, menurut kriteria seperti bentuk, ukuran, atau warna akan membantu anak-anak mengembangkan ketrampilan klasifikasi dan kemampuan matematisnya.

Untuk merancang pendidikan anak, orang tua dan guru perlu berpikir agar tidak terlalu banyak menuntut keterampilan di luar kemampuan anak. Setiap hari anak-anak membutuhkan latihan kegiatan jasmani yang disertai kebugaran dan aktivitas yang tinggi tetapi kecenderungan anak saat ini lebih banyak melakukan kegiatan pasif seperti menonton atau duduk diam di kursi. Dengan demikian perencanaan yang harus dilakukan oleh guru dan orang tua untuk mendorong perkembangan jasmani anak antara lain:
1.  Memberikan kesempatan kepada anak untuk bermain,
2.  Menyediakan fasilitas yang merangsang pergerakan motorik.
Selain pembentukan sikap dan perilaku yang  baik  tersebut, anak juga memerlukan kemampuan intelektual agar anak tiap menghadapi tuntutan masa kini dan yang akan datang. Oleh karena itu, anak memerlukan penguasaan berbagai kemampuan dasar agar dapat menyesuaikan diri.
Menurut Siskandar, kurikulum untuk anak usia dini harusnya memperhatikan beberapa prisnip:
1.  Berpusat pada anak,
2.  Mendorong perkembangan fisik, daya pikir, daya cipta, sosial-emosional, bahasa dan komunikasi sebagai dasar pembentukan pribadi manusia,
3.  Memperhatikan perbedaan individu anak, perbedaan keadaan jasmani, rohani, kecerdasan dan tingkat perkembangannya.

Kegiatan belajar memang sudah seharusnya berpusat pada anak. Seperti teori yang dikemukakan oleh John Dewey mengenai Progessivism. Progessivism adalah gerakan pendidikan yang mengutamakan penyelenggaraan pendidikan sekolah yang berpusat pada anak (Child-centered), sebagai reaksi terhadap pelaksanaan pendidikan yang masih berpusat pada guru (Teacher-Centered) atau bahan pelajaran (subject-centered).
Tujuan Penelitian
·         Untuk mengetahui cara mengajar yang paling efektif yang diberikan kepada murid TK
·         Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari cara pengajaran yang digunakan
·         Untuk mengetahui apakah murid-murid TK lebih mampu bekerja sama dengan baik dengan teman sebaya atau orang yang lebih dewasa
·         Untuk mengetahui apakah target yang ingin dicapai pada  murid-murid TK

Alat dan Bahan yang digunakan Saat Penelitian
·  Alat Tulis ( Buku, kertas, dan pena)
·  Kamera Digital
·  Handphone
·  Laptop
·  Reward (makanan ringan)
Subjek Penelitian
·  1 orang guru TK
·  11 orang murid TK
Metode Yang digunakan
Pengambilan data dilakukan melalui proses wawancara terhadap subjek-subjek yang telah dipilih secara random. Adapun pertanyaan yang diajukan dalam wawancara tersebut adalah?
Guru :
1.      Apakah kegiatan yang biasa Anda terapkan kepada anak didik selama kegiatan belajar mengajar?
2.      Apakah kegiatan yang menurut anda paling sesuai untuk anak-anak seusia mereka?
3.      Adakah metode tertentu yang diterapkan terhadap murid-murid?
4.      Menurut anda apakah anak-anak tersebut lebih mampu bekerja sama dengan teman sebaya atau orang yang lebih dewasa?
5.      Adakah target tertentu yang ingin dicapai terhadap murid-murid?
6.      Apa yang biasa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan emosi dan sosial anak?
7.      Apa yang biasa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan moral dan nilai-nilai agama anak?
8.      Apa yang biasa Anda lakukan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa dan seni anak?
9.      Dan apa yang biasanya Anda lakukan untuk meningkatan kemampuan fisik dan kognitif anak?

Murid :
1.      Kegiatan apa sajakah yang biasanya dilakukan di kelas?
2.      Apakah kamu menikmati kegiatan-kegiatan tersebut?
3.      Kegiatan mana yang paling kamu sukai?
4.      Lebih menyenangkan bersama teman-teman atau ibu guru?
5.      Adakah keinginan melakukan tambahan kegiatan selain yang biasa dilakukan?
Setelah proses wawancara selesai, kemudian pewawancara memberikan reward berupa snack kepada subjek sebagai ungkapan terima kasih.

Proses Analisa dan Kesimpulan :
Setelah data hasil wawancara diperoleh, maka kelompok mencari kesimpulan dari jawaban-jawaban yang diberikan oleh masing-masing subjek. Hasil kesimpulan akan digabung dan jawaban yang paling dominan akan dijadikan garis besar pada kesimpulan akhir.

Penjadwalan awal yang telah direncanakan :


Kegiatan
Maret
April
Mei
I
II
III
IV
I
II
III
IV
I
II
III
IV
1
Pemilihan Tema
:)
  
2
Penentuan Judul
:)
3
Diskusi metode pelaksanaan penelitian
:)
4
Pembuatan pendahuluan dan landasan teori
:)
5
Menyusun pertanyaan wawancara
:)
6
Permohonan surat izin dari kampus
:)
7
Pelaksanaan observasi dan wawancara
:)
8
Diskusi untuk menganalisis data yang diperoleh
:)
9
Konfirmasi surat izin kepada Kepala Sekolah
:)
10
Diskusi untuk membuat kesimpulan akhir
:)
11
Melengkapi hasil laporan
:)
12
Pembuatan poster
:)
13
Evaluasi
:)
14
Posting Blog
:)

Kalkulasi biaya dari awal perencanaan hingga evaluasi:
·         Snack untuk subjek                              Rp. 30.000
·         Transportasi                                         Rp. 30.000
Total                                                     Rp. 60.000

Jadwal Kegiatan Pelaksanaan Proyek
No.
Kegiatan
Tanggal
Waktu
Tempat
1.
Diskusi, membahas topik yang akan diambil serta penentuan judul mini proyek
24 Maret 2012
09.00 WIB
Fakultas Psikologi
2.
Diskusi, perencanaan kegiatan serta penentuan metode yang akan digunakan
31 Maret 2012
14.00 WIB
Fakultas Psikologi
3.
Diskusi,  pembuatan pendahuluan dan landasan teori, serta membuat persiapan untuk wawancara
21 April 2012
15.30 WIB
A&W All American Food
4.
Pembelian reward
30 April 2012
09.00 WIB
Grosir Pasar 1
5.
Survey TK Bunayya, gagal melakukan observasi dikarenakan proses administrasi yang rumit.
30 April 2012
09.15 WIB
TK Bunayya
6.
Survey & Wawancara
30 April 2012
09.30 WIB
TK Al-muttaqin
7.
Permohonan surat izin dari kampus
30 April 2012
13.00 WIB
Fakultas Psikologi
8.
Pengumpulan data wawancara
30 April 2012
15.00 WIB
Fakultas Psikologi
9.
Konfirmasi Surat izin kepada Kepala Sekolah TK Al-muttaqin
10 Mei 2012
09.00 WIB
TK Al-muttaqin
10.
Pembuatan Kesimpulan akhir
7 Mei 2012
12.30 WIB
Fakultas Psikologi
11.
Melengkapi hasil laporan
12 Mei  2012
11.30 WIB
Fakultas Psikologi
12.
Pembuatan Poster
7 Mei 2012
13.30 WIB
Fakultas Psikologi
13.
Evaluasi
12 Mei 2012
11.00 WIB
Fakultas Psikologi
14.
Posting Blog pada masing-masing blog anggota kelompok
14 Mei 2012
09.30 WIB
Masing-masing Anggota

Laporan dan Evaluasi
Laporan
Setelah data-data hasil observasi dianalisis, maka kami mengambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:
1.      Kegiatan belajar mengajar yang dilakukan di TK Al-Muttaqin cenderung mengarah pada child centered atau berpusat pada anak, hal ini dapat meningkatkan perkembangan fisik dan kognitif  serta  kreativitas mereka.
2.      Anak-anak TK menyukai sistem pengajaran yang diberikan di TK tersebut karena menggunakan metode belajar sambil bermain.
3.      Sebagian besar Anak-anak TK tersebut lebih menyukai pelajaran menggambar dibandingkan yang lainnya, hal ini dikarenakan dengan menggambar mereka dapat mengembangkan daya imajinasi mereka.
4.      Anak-anak TK tersebut lebih menyukai bermain dan bekerja sama dengan teman sebaya mereka dibandingkan dengan orang yang  lebih dewasa atau guru mereka, hal ini sesuai dengan teori yang kami gunakan bahwa anak-anak usia pra sekolah yang menjalani pendidikan diawal kehidupan mereka cenderung akan mampunyai kemampuan yang lebih baik dalam bekerja sama dengan teman sebaya dibandingkan dengan orang yang lebih dewasa.
5.      Sesuai dengan target yang ingin dicapai, anak-anak di TK tersebut sudah mampu menulis dan mengenali bahasa asing sebelum mereka menghadapi tingkat pendidikan yang berikutnya.
6.      Guru yang mengajar pada TK tersebut sangat tegas dan terkadang terlalu keras, hal ini dapat menimbulkan beberapa dampak positif dan negatif pada anak, sebagai berikut :
Dampak Positif :
·         Anak-anak diajarkan untuk memiliki tanggung jawab terhadap tugas mereka
·         Anak-anak diajarkan untuk menghargai satu sama lain
Dampak negatif :
·         Anak-anak akan memiliki gangguan traumatis jika setiap hari harus mendapatkan bentakan dari gurunya
·         Anak-anak akan sangat takut jika melakukan kesalahan karena gurunya akan memarahinya, sehingga ia tidak akan berani untuk mencoba hal-hal baru.

Dari beberapa poin diatas dapat diambil kesimpulan bahwa metode pengajaran child centered memiliki peran yang sangat penting bagi proses perkembangan fisik dan kognitif anak, karena anak-anak dibiarkan bebas berkreativitas dalam mempelajari sesuatu, sehingga perkembangan anak dapat terjadi secara sempurna. Selain itu, sikap guru yang terlalu tegas dan keras terkadang membuat anak-anak takut untuk melakukan hal-hal baru yang dapat mengeksplorasi kemampuan mereka dikarenakan jika terjadi kesalahan maka mereka akan mendapatkan hukuman atau dimarahi oleh guru mereka, oleh karena itu sebaiknya guru memberikan keprecayaan kepada murid-murid mereka untuk melakukan hal-hal baru yang dapat membuat anak-anak berani menghadapi tantangan-tantangan baru dalam hidup mereka.

Evaluasi

No.
Kegiatan
Tanggal Perencanaan
Tanggal Pelaksanaan
Tempat
1.
Diskusi, membahas topik yang akan diambil serta penentuan judul mini proyek
24 Maret 2012
24 Maret 2012
Fakultas Psikologi
2.
Diskusi, perencanaan kegiatan serta penentuan metode yang akan digunakan
25 Maret 2012
31 Maret 2012
Fakultas Psikologi
3.
Diskusi,  pembuatan pendahuluan dan landasan teori, serta membuat persiapan untuk wawancara
5 April 2012
21 April 2012
A&W All American Food
4.
Pembelian reward
14 April 2012
30 April 2012
Grosir Pasar 1
5.
Survey TK Bunayya, gagal melakukan observasi dikarenakan proses administrasi yang rumit.
14 April 2012
30 April 2012
TK Bunayya
6.
Survey & Wawancara TK Al-muttaqin
14 April 2012
30 April 2012
TK Al-muttaqin
7.
Permohonan surat izin dari kampus
6 April 2012
30 April 2012
Fakultas Psikologi
8.
Pengumpulan data wawancara
30 April 2012
30 April 2012
Fakultas Psikologi
9.
Konfirmasi Surat izin kepada Kepala Sekolah TK Al-muttaqin
9 April2012
10 Mei 2012
TK Al-muttaqin
10.
Pembuatan Kesimpulan akhir
23 April 2012
7 Mei 2012
Fakultas Psikologi
11.
Melengkapi hasil laporan
23 April 2012
12 Mei 2012
Fakultas Psikologi
12.
Pembuatan Poster
30 April 2012
7 Mei 2012
Fakultas Psikologi
13.
Evaluasi
30 April 2012
12 Mei 2012
Fakultas Psikologi
14.
Posting Blog pada masing-masing blog anggota kelompok
7 Mei 2012
14 Mei 2012
Masing-masing Anggota

 Poster

Testimonial Anggota
Defi Chairunisa:
Kegiatan penelitian seperti ini merupakan sebuah pengalaman baru bagi kami, yang memberikan kami sebuah pembelajaran yang sangat berarti yang mengenalkan kami terhadap  dinamika kehidupan di dunia nyata. Kami menyadari bahwa hasil penelitian kami ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami akan menjadikan penelitian pertama ini sebagai batu loncatan menuju hasil yang lebih baik lagi  dalam menghadapi kegiatan penelitian selanjutnya yang akan kami lakukan dalam memenuhi kebutuhan mata kuliah lainnya. Selain itu, kami berterimakasih kepada ibu Dina sebagai Dosen Pengampu yang telah membimbing kami dalam melaksanakan kegiatan ini sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan ini dengan lancar.

Siti Habibah Rhadiatullah:
Mini proyek merupakan hal yang seru dan menantang. Awalnya, ada kesan ini merupakan pekerjaan yang agak rumit dan sedikit sulit. Namun ketika menjalaninya, ternyata menyenangkan dan begitu berkesan. Ini merupakan pengalaman yang tak bisa dibeli. Belajar memiliki dimensi yang luas, darimana dan kapan saja. Bahkan, dari anak-anak TK yang kami observasi, saya mendapat pelajaran yang penting. Keceriaan dan antusias dalam melalui segala benturan dan haluan liku-liku kehidupan bisa membuat terasa lebih menyenangkan dari yang seharusnya. Sangat banyak hal yang masih harus dipelajari, terutama dalam proses aplikasi. Setuju dengan vika, dunia psikologi memang sangat dekat dan fokus dalam kehidupan kita. Sejalan dengan defi, terimakasih kepada bu Dina dengan tugas yang seru dan menyenangkan ini. 

Novika Susi Lestari:
Meskipun ini bukan pertama kali saya melakukan proyek mini, namun kebersamaan dengan anak-anak objek observasi memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi saya. Mereka memiliki masa depan yang masih suci dan masih membutuhkan crayon-crayon untuk mewarnai kanvas kehidupan mereka. Mereka membutuhkan bimbingan dari orang-orang sekitarnya untuk tumbuh menjadi anak yang berguna. Kegiatan proyek mini sangat bermanfaat bagi saya pribadi, karena ia merupakan salah satu cara untuk mengasah kemampuan manajemen waktu, kesabaran (termasuk dalam menghadapi anak-anak kecil dan dalam proses pengerjaan laporan kegiatan). Mini proyek merupakan salah satu bukti bahwa dunia psikologi sangat dekat dengan kehidupan kita.
Daftar Pustaka
Santrock, J.W. 2002. Life Span Development : Perkembangan Masa Hidup. Ed 5. Jakarta : Erlangga
Papalia, D.E. 2003. Child Development : A Topical Approach . New York : McGraw-Hill
Harlock, E.B. 1980. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Ed 5. Jakarta : Erlangga
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media Group

Tidak ada komentar:

Posting Komentar