Jumat, 22 Juni 2012

Simulasi Perkuliahan Psikologi Pendidikan


Tanggal 16 Juni lalu baru saja dilaksanakan perkuliahan Psikologi Pendidikan. Ada yang berbeda dari perkuliahan saat itu. Yaitu simulasi yang dilakukan untuk membedakan apa itu Paedagogi dan Andragogi. Bagi saya pribadi, simulasi ini sangat men’stimulasi’ mahasiswa untuk berpikiran lebih luas. Bagaimana simulasi yang dimaksud?

Mahasiswa yang mengikuti perkuliahan pada saat itu dibagi ke dalam beberapa kelompok. Dengan jumlah anggota tiap kelompok adalah 3 orang. Yang ditugaskan oleh Bu Dina (dosen pengampu) pada saat itu adalah membuat 2 set drama yang merepresentasikan penggunaan Paedagogi dan Andragogi. Mulai dari saat itu, muncullah ide-ide cemerlang dari para mahasiswa untuk melakonkannya. Menjadi aktor untuk beberapa saat :D

Mahasiswa diberikan kesempatan untuk melakukan drama di depan kelas. Menjelma dan beracting layaknya anak-anak saat memberikan simulasi tentang paedagogi dan tentu saja menjadi lebih dewasa saat mendemonstrasikan tentang Andragogi.

Simulasi yang kami lakukan pada saat itu, adalah:
Paedagogi: Melakonkan anak-anak TK yang sedang mengikuti festival pakaian adat.
Andragogi: Karena Andragogi tidak hanya terbatas pada sekolah formal (bahkan mendukung informalitas), maka kami membuat sebuah set seminar. Prinsip Andragogi yang tidak formal itu masih mengandung sesuatu yang mirip dengan sekolah serta menguatkan kepemipinan. Inilah salah satu alasan bagi kami untuk membuat set seminar untuk lingkungan Andragogi.
Ini adalah hal yang sangat positif. Selain menstimulasi mahasiswa untuk mengembangkan ide-ide kreatifnya, di sisi lain, simulasi ini juga membawa manfaat yang sangat besar, memberikan pemahaman tentang Paedagogi dan Andragogi dengan cara yang sangat baik. Tidak ada salahnya jika kita katakan ini adalah bermain sambil belajar ^.^

Rabu, 20 Juni 2012

Contoh Kasus PUM II - Emosi


Kasus yang akan saya ceritakan yang berkaitan dengan ‘Emosi’ adalah ketika saya kehilangan Handphone (HP). Kehilangan yang saya maksud terjadi hanya sementara, karena saya lupa dimana terakhir kali saya meletakkan HP tersebut. Saya akui, saya memang sering mengalaminya.
Kasus ini terjadi beberapa saat yang lalu. Hal terakhir yang saya ingat, saya meletakkan HP tersebut di salah satu kantung di tas saya. Tapi saat saya membutuhkan HP tersebut, saya tidak menemukannya disana. Emosi yang saya alami pada saat itu adalah panik. Perubahan fisiologis yang jelas saya rasakan pada saat itu adalah perubahan pada detak jantung, pernapasan dan meningkatkanya produksi kelenjar keringat terutama di telapak tangan saya. Jantung saya terasa berdetak semakin cepat, napas saya dan semakin cepat dan rendah serta ‘keringat dingin’ di tangan, sehingga tangan saya terasa sangat dingin. Pada saat ini, sistem saraf simpatis sedang bekerja untuk mengaktifkan dan membuat organ-organ tubuh tertentu bekerja semakin cepat/lambat.
Saya terus mencari dimana HP tersebut berada, sampai akhirnya saya memeriksa keseluruhan isi tas saya, dan menemukan HP itu di kantung yang berbeda. Seketika saya merasa sangat lega ternyata saya tidak benar-benar kehilangan HP itu. Perubahan fisiologis juga saya rasakan. Detakan jantung terasa semakin melambat, pola pernapasan yang berangsung-angsur stabil dan tangan saya juga sudah terasa hangat kembali. Di saat ini, sistem saraf parasimpatis sudah mengambil alih untuk menstabilkan keadaan, menenangkan organ-organ tubuh dan melakukan relaksasi.

Contoh Kasus PUM II - Sexuality (Transgender)

“Finalis Miss Universe Kanada Jenna Talackova didiskualifikasi panitia dan tak bisa melanjutkan ke malam final yang akan digelar di Toronto bulan Mei 2012. Kontestan transeksual berusia 23 tahun asal Vancouver ini awalnya terpilih bersama 64 wanita lainnya untuk berkompetisi di kontes kecantikan Kanada. Menurut The Daily Mail, Direktur Miss Universe Kanada Denis Davila menyatakan bahwa Jenna didiskualifikasi karena setiap kontestan harus terlahir sebagai wanita. 

Jenna Talackova menyebut keputusan ini sebagai isu hak azasi. Menurutnya, meski terlahir dengan fisik laki-laki, ia sudah merasa bahwa dirinya perempuan sejak umur 4 tahun. Jenna mulai menjalani terapi hormon di usia 14 dan operasi ganti kelamin di usia 19. Ia juga sudah berkali-kali mengikuti kontes kecantikan, baik yang khusus transeksual maupun yang untuk wanita.

"Saya hanya bisa bilang, mereka mendiskualifikasi saya karena saya tak terlahir sebagai wanita. Menurut saya tak masuk akal, karena sejak lahir pun saya merasa saya perempuan," ujar Jenna kepada National Post.
Kasus diatas hanyalah salah satu dari berbagai kasus yang merebak hingga dunia internasional mengenai Transeksual. Transeksual adalah orang yang identitas gendernya berlawanan dengan jenis kelaminnya secara biologis. Mereka merasa “terperangkap” di tubuh yang salah. Defenisi ini jelas menggambarkan kasus diatas, Jenna Talackova adalah seorang pria yang sejak kecil sudah merasa dirinya adalah seorang perempuan, namun terjebak di fisik seorang laki-laki.
Jika seseorang yang menderita transeksual memiliki keyakinan yang sangat tinggi mengenai ‘feeling’ ini, dia bisa saja melakukan operasi untuk mengganti kelaminnya, disertai beberapa terapi hormon yang nantinya bisa membuat mereka sangat menyerupai lawan jenisnya. Kasus transeksual tidak hanya terjadi pada pria, wanita pun bisa mengalaminya. Mereka merasa sebagai laki-laki yang terjebak pada tubuh seorang perempuan.
Transeksual haruslah dibedakan dengan Transvestis. Transvestis merupakan perilaku yang dilakukan untuk mendapatkan kepuasan seksual dengan menggunakan pakaian dalam lawan jenis, namun mereka tidak ingin mengubah jenis kelaminnya. Transeksual juga tidak dapat disamakan dengan homoseksual. Bisa saja seorang pria transeksual tertarik pada pria lain karena merasa bahwa dia seorang wanita dan wanita mestinya tertarik pada pria.


     Penderita Transeksual mengalami kebingungan mengenai jati dirinya di sebagian besar rentang hidupnya. Secara manusiawi, mereka harus dihargai dan diterima sebagai manusia, yang berhak hidup di lingkungan sosialnya dan tidak untuk di diskriminasi, mereka memiliki hak atas hidupnya. Namun, agama manapun tidak mengizinkan perilaku Transeksual ini, apalagi mengubah jenis kelamin mereka. Manusia harus menerima apa yang sudah diberikan oleh Tuhan, karena itu yang adalah terbaik bagi umat manusia.

Kamis, 07 Juni 2012

Andragogi: (Masih) Sebuah Ilmu dan Seni mengajar

Seperti yang sudah dipaparkan sebelumnya, paedagogi adalah seni mengajar anak-anak. Meskipun pada perkembangannya, istilah paedagogi sering diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar/mendidik secara umum. Namun, subjek pendidikan yang ada saat ini bukan hanya anak-anak, orang dewasa juga masih memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan. Karakter orang dewasa pastilah berbeda dengan anak-anak. Hal ini yang menyebabkan adanya perbedaan metode belajar/mengajar antara orang dewasa dan anak-anak. Pendekatan ini kemudian disebut dengan “andragogi” yang berasal dari kata “andra” yang berarti orang dewasa. Andragogi berasal dari bahasa Yunani yang berarti mengarahkan orang dewasa dan berbeda dengan istilah yang lebih umum digunakan, yaitu pedagogi yang asal katanya berarti mengarahkan anak-anak.


Andragogi terdiri dari strategi belajar yang terfokus pada orang dewasa. Hal ini sering diartikan sebagai proses melibatkan siswa atau pembelajar dewasa dengan struktur belajar pengalaman. Istilah tersebut pertama kali dicetuskan oleh Alexander Kapp pada tahun 1883 untuk menjelaskan teori pendidikan dari Plato, kemudian dikembangkan menjadi sebuah teori pendidikan orang dewasa oleh pendidik Amerika Malcolm Knowles. Dalam andragogi, mendidik bukan berarti menggurui, bukan mengisi mereka dengan pengetahuan tapi sebagai bentuk kerjasama saling meningkatkan pengetahuan, dan menempatkan orang dewasa sebagai subjek bukan objek. Andragogi mempelajari sifat fisik, psikis dan karakter orang dewasa.

Semula cara mendidik orang dewasa disamakan dengan cara mendidik anak-anak di bangku pendidikan formal (pedagogi). Akan tetapi, terdapat perbedaan penting antara orang dewasa dan anak-anak, sehingga andragogi terpisah menjadi ilmu sendiri. Untuk dapat lebih memperjelas pemahaman mengenai andragogi, dapat dilihat pada perbedaan mendasar antara asumsi yang dibangun dalam andragogi dengan yang  dibangun dalam paedagogi:

Asumsi
Paedagogi
Andragogi
Konsep diri
·        Konsep diri anak adalah bahwa ia bergantung pada orang lain.
·        Hubungan lebih didominasi oleh pendidik yang bersifat mengatur
·        Orang dewasa biasanya telah memiliki rasa tanggung jawab, memilih untuk independen dan mandiri.
·        Hubungan pendidik dan peserta didik adalah saling membantu.
Pengalaman
·        Komunikasi cenderung searah, karena anak masih memiliki sedikit pengalaman sehingga perlu ‘diisi’ pengalaman baru oleh pendidik.
·        Teknik komunikasi dua arah.
·        Orang dewasa lebih banyak memiliki pengalaman. Pengalaman dinilai sebagai sumber belajar yang baik "Experiential Learning Cycle".
Arah/orientasi belajar
·        Belajar merupakan penyimpulan informasi yang dipelajari sekarang namun digunakan pada suatu hari kelak (bersifat jangka panjang).
·    Orientasi berpusat pada materi pembelajaran (Subject Matter Centered Orientation).
·        Belajar adalah untuk dipergunakan atau dimanfaatkan dalam waktu segera.
·        Belajar lebih dipandang sebagai pemecahan masalah daripada pemberian pelajaran. Belajar dalam andragogi adalah memecahkan persoalan ‘hari ini’ (problem centered orientation).
·        Belajar untuk menghadapi permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam kaitannya dengan fungsi dan peranan sosial orang dewasa.
Kesiapan belajar (pemilihan materi pelajaran)
·        Pendidik yang memutuskan isi pelajaran dan bertanggung jawab terhadap proses pemilihan isi pelajaran serta kapan akan diajarkan.
·        Peserta didik yang memutuskan apakah yang hendak dipelajari sesuai dengan kebutuhannya. Dengan demikian, tugas pendidik dalam andragogi adalah sebagai fasilitator.

Maka andragogi secara harfiah dapat diartikan sebagai ilmu dan seni mengajar orang dewasa. Namun karena orang dewasa sebagai individu yang sudah mandiri dan mampu mengarahkan dirinya sendiri, maka dalam andragogi yang terpenting dalam proses interaksi belajar adalah kegiatan belajar mandiri yang bertumpu kepada warga belajar itu sendiri dan bukan merupakan kegiatan seorang guru mengajarkan sesuatu (Learner Centered Training/Teaching).
Teori Belajar Andragogi dapat diterapkan apabila diyakini bahwa peserta didik (siswa-mahasiswa-peserta) adalah pribadi-pribadi yang matang, dapat mengarahkan diri mereka sendiri, mengerti diri sendiri, dapat mengambil keputusan untuk sesuatu yang menyangkut dirinya. Andragogi tidak akan mungkin berkembang apabila meninggalkan ideal dasar orang dewasa sebagai pribadi yang mengarahkan diri sendiri. Yang menjadi tolok ukur sebuah kedewasaan bukanlah umur, namun sikap dan perilaku, sebab tidak jarang orang yang sudah berumur, namun belum dewasa. Memang menjadi tua adalah suatu keharusan dan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan yang tidak setiap individu memilihnya seiring dengan semakin lanjut usianya.

Sumber:

Minggu, 03 Juni 2012

Online Survey: Pentingnya Pendidikan Pra Sekolah

Dibawah ini adalah hasil survei yang sudah saya lakukan sejak Senin, 21 Mei 2012 dengan 57 orang responden (6 orang laki-laki dan 50 orang perempuan, 1 diantaranya tidak mengisi) yang merupakan mahasiswa Fakultas Psikologi USU angkatan 2011. Let's check it out! ^.^

Pentingnya Pendidikan Pra Sekolah
Sangat setujuSetujuNetralTidak setujuSangat tidak setujuResponsesTotal
Pendidikan Pra sekolah mampu membangun kemampuan kognitif, fisik, dan sosial-emosional anak31.58%61.40%7.02%0%0%5711%
Pra sekolah lebih baik daripada menitipkan anak kepada orang tua, saudara atau tetangga14.04%54.39%28.07%3.51%0%5711%
Pra sekolah tidak memberikan manfaat yang berarti, justru memberatkan anak karena tugas-tugas yang diberikan0%8.77%29.82%54.39%7.02%5711%
Guru yang tegas dan terlalu disiplin bisa menimbulkan trauma dan membuat anak tidak ingin bersekolah8.77%66.67%21.05%1.75%1.75%5711%
Jika kelak saya sudah berkeluarga, saya akan menyekolahkan anak saya ke jenjang pendidikan Pra sekolah14.04%71.93%14.04%0%0%5711%
Setiap anak harus mendapatkan pendidikan Pra sekolah (Playgroup atau TK) sebelum memasuki Sekolah Dasar7.02%45.61%35.09%12.28%0%5711%
Pra sekolah yang baik menyediakan waktu bermain yang lebih banyak19.30%57.89%22.81%0%0%5711%
Saya mempercayai sepenuhnya pendidikan awal anak saya kepada lembaga Pra sekolah5.26%45.61%36.84%12.28%0%5711%
Pra sekolah adalah satu-satunya sarana untuk mengajarkan nilai-nilai kehidupan bagi masa awal kehidupan anak7.02%28.07%21.05%40.35%3.51%5711%


Bagaimana pendapat Anda dengan Pentingnya Pendidikan Pra Sekolah saat ini?
ID
Text Answers (55)
View
12567568
pendidikan pra sekolah penting karena anak-anak bisa bermain sambil belajar hal-hal positif dimana anak-anak akan menemukan kemampuan dan bakat mereka, :)
12567598
pendidikan pra sekolah sangat penting karena mampu membangun kemampuan kognitif, fisik, dan sosial-emosional anak
12567729
menurut saya, pendidikan pra sekolah memang sangat penting untuk anak karena dengan diberikannya pendidikan pra sekolah, maka kemampuan kognitif, fisik dan sosial-emosional anak akan berkembang.
12568042
PAUD itu sangat penting bagi anak usia dini
12569730
Pendidikan anak prasekolah bagi anak pada umumnya penting, tetapi hal ini harus disesuaikan juga dengan kemampuan finansial orang tua juga minat anak itu sendiri . :)
12569736
Pendidikan anak pra sekolah dimasa kini sangat penting.
12569815
penting
12569866
Jika memilih TK atau Playgroup untuk anak saat ini, kita harus lebih cermat dalam memilih dan meninlai kualitasnya agar annak-anak mendapatkan sistem pengajaran yang tepat dan baik
12569926
pendidikan pra sekolah itu dapat membantu anak dalam mengembangkan kognitifnya, kemampuan sosialnya dan psikologisnya. tetapi itu pendidikan pra sekolah tidak di wajibkan bagi setiap anak, tergantung dari orang tuanya juga.
12570066
menurut saya, pendidikan pra sekolah penting bagi setiap anak, karena dapt meningkatkan kemampuan kognitif,emosi,dan psikososial anak dengan lingkungan sekitarnya...
12570749
Penting,karena dapat membangun kesiapan anak sebelum memasuki pendidikan formal
12574465
cukup penting untuk dapat mengembangkan potensi anak
12574737
menurut saya PAUD itu penting supaya mempersiapkan anak menghadapi pendidikan selanjutnya
12574826
Saya merupakan salah satu orang yang menganjurkan perlunya pendidikan pra sekolah. Karena disini anak bisa mengembangkan pengetahuannya sambil bermain
12574889
sangat baik dan dapat membimbing si anak menjadi lebih berpendidikann..
12574980
sangat penting demi perkembangan anak yang optimal :)
12575325
Bagus tu, karena masih banyak masyarakat indonesia yang masih meremehkan PAUD
12576448
menurut saya pendidikan pra sekolah memanglah penting namun tidak sangat penting karena peran orang tualah yang sangat enting dalam proses pembelajaran si anak.
12576956
BISA PAKEK LAH
12576960
bagus
12576974
Cukup penting untuk membantu perkembangan fisik, kognisi, dan sosial emosi anak
12577007
penting. namun tetap peran orangtua lebih penting
12577068
Pendidikan Pra Sekolah saat ini menurut saya cukup baik. Namun banyak pendidikan pra sekolah yang ada sekarang terlalu memaksa anak di dalam usia perkembangannya.
12577111
jika punya waktu kelak, saya tidak akan menyekolahkan anak saya ke playgroup. jikapun harus,saya akan pilih yang programnya bermain sambil belajar bukan sebaliknya seperti yang banyak sekarang ini
12577343
Iya saya sangat setuju dengan pendidikan pra sekolah, tp pelaksanaannya di Indonesia masih kurang baik..
12577441
sepertinya pendidikan pra sekolah memang harus dijalani anak sebelum masuk SD tapi tidak harus dipaksa juga, kalo anaknya g mau kan bisa diajar oleh keluarga sendiri :D
12577461
Pdndidikan pra-sekolah sangat penting untuk anak-anak karena dapat mengenalkan stimulus stimulus kepada anak yang dapat membantu mengembangkan aspek kognitif maupun sosial emosinya
12577479
sangat penting, dan seharusnya semua anak ikut PAUD
12577489
pendidkan pra sekolah sangat penting dalam membangun dan melatih kemampuan interaksi sosial, kognitif, serta motorik anak
12577996
PENDIDIKAN ANAK PRASEKOLAH ADALAH HAL YANG BAIK DAN MENDUKUNG TINGKAT KEKREATIFITAS DAN KECERDASAN ANAK
12582295
menurut saya,ini sangat berguna bagi kemampuan mental maupun kognitif anak sebelum memasuki sekolah. dengan adanya pendidikan prasekolah,anak lebih siap untuk memasuki tahap sekolah
12583187
Penting
12584685
dari skor 1-5, nilai saya 3
12589338
Penting, namun jangan terlalu over study karena belum seharusnya dibebankan dengan pelajaran
12589548
pendidikan pra sekolah memiliki peran yang signifikan dimana anak di masa sekrang dan kelak di masa depan dituntut untuk lebih kreatif, cerdas dalam menghadapi hidup yang semakin kompleks
12597621
Penting, namun pengajaran oleh orang tua juga sangat berpengaruh
12602910
Kebanyakan Pendidikan Pra Sekolah masih berjalan sesuai dengan yang diinginkan, seperti bermain dan tidak memberatkan anak-anak usia dini. Tetapi ada juga sekolah yang memberatkan anak-anak usia dini karena memberikan banyak sekali tugas dan juga pelajara-pelajaran yang seharusnya belum dapat diterima anak tersebut.
12606961
GREAT ! :)
12618477
perlu adanya peningkatan jumlah pendidikan anak prasekolah,serta dibarengi kualitas yang bagus.
12619443
Tergantung dari orang tua, ada yg orang tua nya menginginkan anak nya memasuki pendidikan prasekolah dan ada yg tidak. Karna pendidikan pra sekolah juga bisa diajarkan oleh orang tua nya langsung tanpa harus si anak dititipkan ke lembaga pra sekolah
12620786
Pendidikan Pra Sekolah penting krn dpt melatih kemampuan kognitif dan kemampuan bersosialisasisi anak.
12622087
menurut saya pendidikan pra sekolah cukup penting karena pada pendidikan pra sekolah ini anak dapat belajar sekaligus bermain, menjadikan anak aktif, kreatif dan mudah bersosialisasi
12622341
menurut saya pendidikan pra sekolah baik, tetapi tergantung dgn orang tuanya
12623654
menurut saya pendidikan pra sekolah untuk saat ini penting, karena untuk klanjutan pendidikan si anak sebelum memasuki skolah dasar, dengan mengikuti pendidiakn pra sekolah maka si anak sudah memiliki sedikit bekal mengenai pendidikan
12627694
oke
12637254
menurut saya sangat penting karena akan membangun potensi darianak iru sendiri
12637664
sangat penting dalam mengembangkan kognitif dan perilaku anak
12638392
sangat baik,,, ^_^
12651541
menurut saya pendidikan pra sekolah saat ini mempunyai peran yang penting dalam perkembangan anak dimana anak-anak di persiapkan untuk memasuki masa sekolah.
12651622
pra sekolah sangat penting untuk anak usia dini
12653318
Pendapat saya tentang pendidikan pra sekolah yaitu pendidikan pra sekolah menurut saya sangat wajib untuk diikuti sebelum masuk ke sekolah dasar untuk mengembangkan diri seorang anak terhadap warna ,gambar serta ejaan yang sangat berguna untuk anak sebelum masuk sekolah dasar
12653752
pendidikan pra sekolah sangat penting, tetapi tidak diutamakan untuk belajar...melainkan lebih kepada bermain, agar merangsang motorik anak
12659303
pendidikan pra sekolah memang penting bagi perkembangan anak tapi tidak harus diikuti karena anak dapat belajar dengan bimbingan orang tua di rumah. prasekolah yang baik lebih menekankan pada kebutuhan anak untuk bermain
12667263
pra sekolah memberikan pelajaran yang positif kepada anak-anak
12673644
pendidikan pra sekolah sangat penting bagi anak, karena kita tahu zaman sekarang ini ilmu pengetahuan sudah sangat berkembang pesat..untuk itulah pendidikan bagi anak pra sekolah sangat dibutuhkan..tetapi, harus juga diperhatikan, jangan sampai pendidikan pra sekolah membatasi waktu bermain anak..

Hampir keseluruhan responden setuju bahwa Pendidikan Pra Sekolah sangat penting untuk membentuk kemampuan dasar di masa awal kehidupan anak-anak, membangun kemampuan fisik, kognitif, dan sosial-emosional anak. Pra sekolah kerap menjadi pilihan jika orang tua tidak memiliki waktu yang terlalu banyak bagi anak mereka. Kebanyakan orang tua yang bekerja akan lebih memilih memasukkan anak mereka ke lembaga Pra Sekolah. Pra sekolah juga sudah seharusnya menyiapkan anak sebelum masuk ke sekolah formal. Sehingga ketika mereka berada di sekolah formal, tidak terjadi kesulitan yang berarti untuk menyesuaikan diri dengan kedaan persekolahan.

Metode yang seharusnya digunakan adalah belajar sambil bermain. Pra sekolah yang baik adalah yang menyediakan waktu bermain lebih banyak daripada waktu untuk mengerjakan tugas-tugas, apalagi jika tugas tersebut belum sesuai dengan umur mereka. Kisaran umur anak pra sekolah memang sudah seharusnya digunakan untuk bermain, sehingga tidak ada salahnya sekolah TK atau Playgroup memberikan fasilitas yang baik kepada mereka untuk bermain dan mungkin bisa mendapatkan minat serta bakat mereka pada beberapa hal. Guru juga seharusnya menjadi fasilitator yang baik bagi perkembangan mereka di sekolah, karena jika guru berlaku terlalu keras dan kejam, bisa menimbulkan trauma dan ketidak-inginan anak untuk kembali sekolah, sebuah keadaan yang tidak seharusnya terjadi di masa awal kehidupan mereka. Intensitas pemberian ujian atau tugas yang terlalu banyak juga tidak baik, karena bisa menimbulkan efek kecemasan kepada anak.

Meskipun Pra Sekolah sudah bisa dinilai sebagai sarana yang cukup baik untuk memberikan pendidikan-pendidikan dasar kepada anak, namun peran orang tua juga sangat dibutuhkan bagi perkembangan anak. Pra sekolah hanya akan berlangsung sekitar 3 atau 4 jam perharinya, dan biasanya hanya 3-5 kali seminggu. Selebihnya seorang anak menghabiskan waktu bersama orang tua mereka. Dengan demikian, orang tua juga tetap memberikan kontribusi yang besar bagi anak-anak mereka. 

Kiat memilih pra sekolah juga sudah seharusnya diketahui oleh orang tua. Agar nantinya dalam proses belajar ataupun bermain, seorang anak tidak merasa tertekan dengan hal-hal yang tidak sesuai dengan diri mereka.

Komentar:
Survei Online yang kami lakukan selama kurang lebih 2 minggu memberikan pengalaman positif bagi saya pribadi, dan mungkin juga bagi teman-teman yang lain. Saat pertama kali diberitahukan mengenai survei online ini, saya menganggapnya sangat sulit. Tapi ternyata, setelah dilakukan, tidak sesulit yang saya bayangkan. Survei online cukup efektif untuk mengurangi penggunaan kertas, untuk menjangkau responden yang jauh, dan sangat efisien dalam hal perhitungan (persentase) secara otomatis. Pembelajaran yang sangat positif untuk memperkenalkan kepada kami sedini mungkin tentang penggunaan teknologi untuk pengambilan data penelitian. Namun di sisi lain, tetap ada kekurangan yang dimiliki. Pengumpulan data harus dilakukan dengan menggunakan komputer/leptop/notebook yang tidak semua orang memilikinya, serta menggunakan fasilitas modem atau wi-fi yang bisa saja terganggu karena jaringan yang kurang memadai. Tapi sejauh ini, semuanya masih berjalan dengan sangat baik. Hal ini juga membuktikan bahwa peranan teknologi telah menembus ranah penelitian. Sebuah kemajuan yang sangat positif!